Industri Syariah Terus Menggeliat

 

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai perkembangan industri syariah di Indonesia, mulai lebih terintegrasi sehingga dapat beroperasi secara efisien dan kompetitif termasuk penguatan modal dan sinergi.

Ketua Dewan Komisioner OJKMuliaman D Hadad mengatakan pertumbuhan industri syariah cukup menggembirakan dengan potensi pasar yang cukup besar. Salah satu contohnya, produk microtakaful syariah mulai saling berhubungan dengan inisiatif lain seperti pembayaran digital (digital payment) dan branchless banking.

"Kebutuhan untuk koordinasi antar otoritas, asosiasi, operator takaful dan perusahaan telekomunikasi serta masyarakat adalah kunci pengembangan industri microtakaful ke depan," ujarnya dalam siaran pers, Jakarta, Jumat (27/6).

Dia mengatakan arah kebijakan pengembangan industri keuangan Islam telah berkembang cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir. Di segmen perbankan, pertumbuhan rata-rata aset telah mencapai rata-rata 37,4 persen dalam 5 tahun terakhir.

Saat ini, total aset syariah sekitar USD 21 miliar dengan jumlah rekening mencapai 13 juta rekening simpanan, dan kurang lebih didukung dengan 3000 jaringan kantor di seluruh Indonesia. "Pangsa pasar perbankan syariah saat ini telah mencapai 4,9 persen dari aset perbankan di Indonesia."

Selain itu, pasar modal syariah juga telah berkembang dengan meningkatnya jumlah penerbitan Sukuk termasuk Sukuk pemerintah. Lebih dari 300 saham syariah yang merupakan bagian dari Islamic Index. Reksadana syariah juga tumbuh cukup signifikan dengan outstanding dana kelolaan sekitar USD 1 miliar.

"Pembiayaan syariah juga berkembang dalam semua jenis pembiayaan termasuk KPR, kredit mobil dan lainnya. Industri asuransi syariah juga memiliki tren yang lebih menjanjikan, ditandai dengan meningkatnya jumlah dana yang dikelola di bawah industri asuransi syariah," ungkapnya.

 
[arr]
http://www.merdeka.com/uang/industri-syariah-terus-menggeliat.html

Logo Bank

     LPS    3p  sahabat  asbisindo  ayo  halal  logo mes